
FSAI 2026 - Masterclass Session - Surabaya
FSAI 2026 - Masterclass Session - Surabaya
Masterclass: Participatory Production and Cross-Cultural Storytelling
Cerita memiliki kekuatan besar. Cerita membentuk cara kita memandang dunia dan sesama manusia. Film dokumenter membagikan kisah orang-orang yang tidak kita kenal dan membantu kita memahami sejarah serta budaya mereka. Mendengarkan kisah orang lain dan menonton film mereka merupakan langkah awal menuju terciptanya perubahan.
Penduduk Asli berupaya menciptakan perubahan dengan membagikan kisah mereka kepada audiens umum yang ingin mendengarkan. Namun, bagaimana pembuat film yang bukan Penduduk Asli dapat bekerja bersama dengan mereka untuk menceritakan kisahnya?
Produksi Film Dokumenter Partisipatif menekankan kerja bersama komunitas agar mereka menjadi pihak yang bercerita, dari pada menceritakan kisah tentang komunitas tersebut. Masterclass ini akan menjelaskan bagaimana teknik produksi partisipatif dapat, dan seharusnya, memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari membangun hubungan hingga distribusi film yang telah selesai, komunitas yang kisahnya diceritakan tetap menjadi pusat pada setiap tahap proses produksi.
Stories are powerful. They shape the way we see the world and each other. Documentary films can share the stories of people we don’t know and help us to understand their histories and culture. Listening to people’s stories, watching their films, is a first step towards creating change.
First Nations People seek to create change by sharing their stories with those non-Indigenous audiences who choose to listen. But how can non-Indigenous filmmakers work with First Nations People to tell a story that is not theirs to tell?
Participatory Documentary Film Production focuses on working ‘with’ community to tell stories, rather than telling stories ‘about’ them. This masterclass will describe how participatory production techniques can, and should, benefit all participants. From establishing a relationship to the distribution of a completed film, the community whose story is told remains at the centre of each stage of production.
ASSOCIATE PROFESSIOR MICHELLE JOHNSTON

Profesor Madya Michelle Johnston adalah seorang akademisi dan pembuat film yang berbasis di Perth yang telah bekerja selama lebih dari 15 tahun dengan komunitas Penduduk Asli Australia. Ia berkomitmen pada penyampaian kebenaran dan kolaborasi lintas budaya untuk kemajuan masyarakat Penduduk Asli Australia. Filmnya Heart Coming Home (2017) dan buku yang ditulis bersama Working Two Way (2020) adalah contoh dari cara kerjanya yang partisipatif.
Associate Professor Michelle Johnston is a Perth based academic and filmmaker who has worked for over 15 years with First Nation community. She is committed to truth-telling and to cross-cultural collaboration for the advancement of First Nation people. Her film Heart Coming Home (2017) and coauthored book Working Two Way (2020) are examples of her participatory ways of working.